BLITAR – Suasana tenang di sekitar aliran Sungai Brantas, Dusun Mboro, Kelurahan Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Selasa (12/1/2026) sore. Seorang perempuan diduga menceburkan diri ke sungai terbesar di Jawa Timur itu dan hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter di sebelah timur Jembatan Kademangan. Informasi awal diperoleh dari laporan warga setempat yang melihat langsung keberadaan korban sesaat sebelum kejadian.
Menurut keterangan saksi mata, korban datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio G bernomor polisi AG 5828 KAN, berwarna hitam kombinasi putih dengan velg putih. Tanpa banyak berinteraksi dengan warga sekitar, korban memarkir sepeda motornya di tepi jalan dekat rumah warga, lalu berjalan ke arah sungai.
Warga kemudian melihat korban melepaskan sepasang sandal slop warna hitam sebelum menuruni tepian Sungai Brantas. Tak lama berselang, terdengar suara benda tercebur ke dalam air. Sontak salah seorang warga berteriak, “enek suarane wong kecemplung,” yang memicu kepanikan warga lain di sekitar lokasi.
Mendengar teriakan tersebut, warga berlarian menuju tepi sungai. Beberapa saksi sempat melihat korban masih berusaha menyelamatkan diri dengan memegang akar pohon di pinggir sungai. Saat itu arus Sungai Brantas diketahui cukup deras, sehingga upaya penyelamatan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Namun nahas, ketika jarak warga semakin dekat dan pertolongan hendak diberikan, korban diduga melepaskan pegangan akarnya dan seketika terseret arus sungai yang mengalir deras ke arah barat atau menuju wilayah Tulungagung. Sejak saat itu, korban tidak terlihat lagi di permukaan air.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas dan warga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang-barang tersebut antara lain sepasang sandal di tepi sungai, dompet warna hitam, serta STNK sepeda motor yang tersimpan di dalam jok kendaraan yang diparkir tak jauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan STNK yang ditemukan, sepeda motor tersebut tercatat atas nama Tumiati, warga Dusun Sanan RT 01 RW 03, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Meski demikian, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah identitas tersebut benar merupakan korban yang hanyut di Sungai Brantas.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat setempat segera mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan BPBD Kabupaten Blitar guna melakukan upaya pencarian korban di sepanjang aliran Sungai Brantas. Selain itu, petugas berkoordinasi dengan Polsek Kesamben untuk menelusuri identitas korban serta menghubungi pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyusuri aliran sungai, sembari menunggu informasi tambahan dari masyarakat sekitar. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Peristiwa ini menyisakan duka dan keprihatinan mendalam bagi warga sekitar. Sungai Brantas yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, kembali mengingatkan akan besarnya risiko yang mengintai di balik derasnya arus, sekaligus pentingnya kepedulian dan kewaspadaan bersama.




