
BOJONEGORO – Pihak penyedia menu makanan dari SPPG Brangkal 1 Kepohbaru memberikan klarifikasi resmi terkait perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk menu porsi kecil yang ditawarkan dengan harga Rp8.000 per porsi. Penjelasan ini disampaikan secara langsung kepada para PIC sekolah dengan tujuan untuk menegaskan prinsip transparansi sekaligus menunjukkan komitmen terhadap mutu dan kualitas bahan makanan yang diberikan kepada siswa.
Dalam rincian yang dijabarkan, estimasi biaya untuk menu porsi kecil terdiri dari beberapa komponen bahan utama. Roti manis dihitung sekitar Rp3.000 per porsi, keju slice sekitar Rp2.000, serta puding melon susu sekitar Rp3.000. Dengan demikian, total estimasi biaya per porsi kecil mencapai Rp8.000. Komposisi ini dirancang agar makanan tetap bernutrisi, lezat, dan sesuai dengan standar gizi yang diperlukan oleh anak-anak.
Untuk menu porsi besar, terdapat tambahan kacang telur dengan estimasi biaya sekitar Rp2.000 per porsi. Penambahan ini bukan sekadar pelengkap rasa, melainkan juga bertujuan meningkatkan asupan energi dan protein guna mendukung aktivitas belajar siswa yang membutuhkan konsentrasi dan stamina. Dengan adanya tambahan ini, porsi besar tetap proporsional dari sisi gizi dan nilai ekonomis, sehingga memenuhi kebutuhan anak secara optimal.
Pihak penyedia menekankan kualitas bahan yang digunakan, khususnya untuk puding. Puding yang disajikan dibuat dari buah melon segar dan susu segar, tanpa menggunakan perasa atau bahan instan. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap kesehatan dan cita rasa makanan, sekaligus memastikan kandungan gizi tetap terjaga. Dengan menggunakan bahan alami, siswa mendapatkan pengalaman konsumsi yang lebih sehat, aman, dan bernutrisi, sekaligus mengurangi risiko konsumsi bahan tambahan yang kurang sehat.

Lebih lanjut, penyampaian rincian RAB ini menjadi bentuk tanggung jawab moral dan profesional pihak penyedia dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di sekolah. Keterbukaan mengenai komposisi bahan, biaya, dan metode penyajian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang jelas bagi seluruh pihak terkait, mulai dari PIC sekolah, orang tua, hingga pihak internal sekolah yang terlibat dalam program ini. Dengan transparansi ini, tidak ada persepsi salah atau keraguan terkait penggunaan anggaran maupun kualitas makanan yang disediakan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan sinergi antara penyedia makanan dan pihak sekolah, diharapkan tercipta kerjasama yang berkelanjutan. Program pemenuhan gizi bagi siswa tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga upaya nyata untuk mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan mental. Dengan perencanaan biaya yang jelas, penggunaan bahan berkualitas, dan pemantauan gizi yang tepat, setiap porsi makanan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan, konsentrasi, dan energi siswa selama kegiatan belajar.
Kesimpulannya, RAB menu porsi kecil senilai Rp8.000 per porsi bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen terhadap transparansi, kualitas bahan, dan pemenuhan gizi anak secara optimal. Penyedia berupaya menjaga keseimbangan antara biaya, kualitas, dan nilai gizi agar program ini dapat berjalan efektif, memberikan manfaat nyata, serta menjadi contoh praktik baik dalam penyediaan makanan di lingkungan sekolah.


