
27 Februari 2026 — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui kegiatan santunan yang diinisiasi oleh Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi. Puluhan anak yatim serta anak-anak dari keluarga kurang mampu berkumpul dalam sebuah acara penuh kehangatan yang sarat makna kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung sederhana tersebut diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sesi penyemangat dan bincang santai. Suasana akrab tampak terjalin sejak awal, menghadirkan keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak yang hadir. Interaksi langsung antara penyelenggara dan peserta menjadi momen yang paling membekas dalam kegiatan tersebut
Dalam kesempatan itu, Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi menyampaikan bahwa kegiatan sosial seharusnya tidak berhenti pada seremoni semata. Ia menekankan pentingnya menjadikan empati dan kepedulian sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Kebaikan tidak harus menunggu momen khusus. Selama kita memiliki kemampuan untuk membantu, lakukanlah. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan tetap berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Bantuan yang diberikan meliputi paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, hingga dukungan biaya pendidikan. Namun lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian dan dukungan moral dinilai menjadi suntikan semangat tersendiri bagi anak-anak.
Perwakilan panti asuhan yang mendampingi peserta menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi anak-anak dalam meraih cita-cita.

Seorang pemerhati sosial yang hadir dalam kegiatan itu turut menyoroti pentingnya keberlanjutan program. Menurutnya, aksi sosial akan semakin berdampak apabila dibarengi dengan program pendampingan jangka panjang, seperti bimbingan belajar maupun pelatihan keterampilan.
Panitia pelaksana pun memastikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sosial berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan diperluas agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak anak dan keluarga yang membutuhkan.
Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kegiatan ini menjadi cerminan bahwa nilai solidaritas dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Aksi tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga menyemai optimisme dan semangat untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik



